Iklan

Latest Post

Redaksi HITS PALI
Jumat, September 19, 2025, 20:32 WIB
Last Updated 2025-09-19T13:34:39Z
DaerahTrending

Pemdes Raja Barat Gandeng Camat dan BKKBN, Edukasi Bahaya Pernikahan Dini dan Kenakalan Remaja

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa pernikahan dini bukanlah jalan keluar | Foto : Pemdes Raja Barat

PALI, HP– Pemerintah Desa (Pemdes) Raja Barat, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), terus berupaya melindungi generasi muda dari risiko pernikahan usia anak dan perilaku menyimpang di kalangan remaja. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi pencegahan pernikahan dini dan kenakalan remaja yang digelar di kantor Kepala Desa Raja Barat, Jumat (19/9/2025).


Acara dihadiri langsung oleh Camat Tanah Abang Dadang Afriandy, SH., M.Si., Ketua TP-PKK Kecamatan Tanah Abang Sri Utari, AMKP, Kepala Desa Raja Barat Hendi Kodar, serta perwakilan Dinas BKKBN Kabupaten PALI. Hadir pula tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, Karang Taruna, hingga tenaga kesehatan desa.


Camat Tanah Abang Dadang Afriandy menegaskan bahwa pernikahan dini membawa banyak dampak negatif. “Pernikahan usia anak seringkali berujung pada masalah kesehatan, putus sekolah, hingga beban ekonomi. Karena itu kita harus mencegah bersama,” ujarnya.



Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Raja Barat, Hendi Kodar, yang menekankan pentingnya edukasi bagi remaja. “Generasi muda adalah aset desa. Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak lebih fokus mengejar pendidikan dan cita-cita, bukan terburu-buru menikah,” tegasnya.


Sementara itu, materi inti disampaikan oleh tenaga ahli, Mama Dede Fatimah, yang menjelaskan bahwa pernikahan dini justru bisa merugikan masa depan anak. “Usia remaja adalah masa belajar dan mengembangkan diri. Jika dipaksa menikah, mereka bisa kehilangan kesempatan untuk sekolah, bahkan berisiko pada kesehatan ibu dan anak,” jelasnya.


Perwakilan BKKBN Kabupaten PALI, Bdn Kasmiyati, menambahkan bahwa keluarga memegang peran besar dalam mencegah kasus pernikahan dini. “Orang tua harus memberi arahan, kasih sayang, dan pengawasan agar anak-anak tidak mudah terjerumus pada pergaulan bebas maupun pernikahan usia muda,” katanya.


Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi, di mana para peserta, termasuk remaja, dapat bertanya langsung seputar masalah yang mereka hadapi.


Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa pernikahan dini bukanlah jalan keluar, melainkan justru sumber masalah baru. Generasi muda Desa Raja Barat diingatkan untuk memilih pendidikan, keterampilan, dan prestasi sebagai bekal membangun masa depan yang lebih baik.


Terkini