Jumaat, Januari 12, 2024, 07:43 WIB
Last Updated 2024-01-12T00:43:02Z
Travel & FoodTrending

Kerupuk Melarat Khas Cirebon,Digoreng Menggunakan Pasir

Kerupuk Melarat khas Cirebon | Foto : ist

Kerupuk melarat Cirebon masuk dalam warisan budaya tak benda. Kerupuk melarat salah satu oleh-oleh pilihan wisatawan saat berkunjung ke Cirebon. Kata melarat sendiri dalam bahasa Indonesia memiliki arti miskin.


Melansir dari laman disparbud.jabarprov.go.id, kerupuk ikonik ini dibuat dari tepung tapioka dengan campuran bawang putih, ketumbar, gula, garam, hingga terasi yang juga menjadi produk khas masyarakat Cirebon.


Nama Melarat diberikan bukan tanpa alasan, akan tetapi benar-benar diambil untuk menggambarkan kondisi sulit ekonomi ketika kerupuk ini dibuat.


Nama tersebut diketahui berasal dari cara pembuatan kerupuk ini yang menggunakan pasir sebagai pengganti minyak untuk mengolah kerupuk.


Konon menurut cerita yang beredar kerupuk Melarat ini sudah ada sejak tahun 1926 atau zaman kolonial Belanda.


Saat itu memang dikenal masa-masa sulit bagi masyarakat Indonesia, tidak semua lapisan masyarakat di Cirebon bisa mendapatkan minyak goreng karena harganya yang sangat mahal.


Kondisi yang serba sulit tersebut akhirnya memaksa masyarakat untuk melakukan inovasi dalam mengolah makanan termasuk dalam mengolah kerupuk. Mereka kemudian mengganti minyak goreng dengan pasir bersih yang dituangkan ke dalam penggorengan.


Pasir yang digunakan tidaklah sembarangan. Pasir tersebut berasal dari pegunungan yang sudah melewati proses pengayakan. Setelah diayak, pasir kemudian dijemur agar kering dan bersih. Setelah itu, barulah pasir layak digunakan sebagai pengganti minyak.


Selain disangrai menggunakan pasir, Kerupuk Melarat juga memiliki ciri khas lain yaitu warnanya yang beraneka ragam.


Nah itu dia kenapa kerupuk khas Kota Cirebon tersebut dinamakan Kerupuk Melarat.