![]() |
| Meski harus mengakui keunggulan Simba SC dengan skor 2-0 di partai final Trofeo GSP, tim asal Desa Tempirai Raya ini tetap menjadi buah bibir. | Foto : Eko Marhaen |
PALI, HPC – Hujan deras yang mengguyur Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI, pada Kamis (11/9/2025), tak mampu meredam semangat para pemain Gemoy FC. Meski harus mengakui keunggulan Simba FC dengan skor 2-0 di partai final Trofeo GSP, tim asal Desa Tempirai Raya ini tetap menjadi buah bibir.
Pertandingan final berlangsung penuh tensi sejak peluit babak pertama dibunyikan. Jual beli serangan terjadi tanpa henti, membuat suporter kedua tim menahan napas sekaligus bersorak bergantian. Namun, hingga turun minum, skor tetap kacamata 0-0.
Memasuki babak kedua, drama mulai terjadi. Simba SC berhasil memanfaatkan celah di lini pertahanan Gemoy dan membuka keunggulan 1-0. Belum sempat Gemoy menyusun strategi balasan, hujan deras mengguyur lapangan. Bola menjadi licin, genangan air muncul di beberapa titik, dan permainan kian sulit dikendalikan. Dalam kondisi itu, Simba kembali menambah gol, memastikan kemenangan dengan skor 2-0.
Meski kalah, wajah para pemain Gemoy FC tetap tegak. Manajer tim, Yogi S Memet, justru menyebut timnya tampil luar biasa.
“Kita tetap bersyukur dengan penampilan para pemain. Juara 2 ini adalah pemacu semangat untuk terus berlatih agar ke depan bisa merebut juara 1,” ujar Yogi dengan penuh optimisme.
Gemoy FC sejatinya baru lahir menjelang peringatan HUT RI ke-80 pada Agustus lalu. Namun, perjalanan singkat mereka langsung membuahkan prestasi membanggakan. Tim ini disponsori oleh Gemoy Entertainment (organ tunggal milik Astomo) dan kabarnya akan mendapat tambahan dukungan dari PT Penukal Jaya Utama.
Menurut Yogi, keberadaan Gemoy FC bukan sekadar tim bola, melainkan wadah pembinaan generasi muda Tempirai Raya agar punya ruang positif untuk menyalurkan bakat di dunia olahraga.
“Dalam momentum Hari Olahraga Nasional ini, Gemoy FC baru dibentuk tapi sudah bisa juara 2 di turnamen luar desa. Ini luar biasa. Setidaknya kita sudah mulai diperhitungkan,” tegasnya.
Trofeo GSP Desa Mangku Negara tahun ini diikuti oleh 16 tim dengan sistem setengah kompetisi. Kehadiran Gemoy FC yang langsung menembus final menambah warna tersendiri dalam turnamen ini.
“Terima kasih untuk pemain, sponsor, dan suporter yang telah memberikan dukungan luar biasa. Kita sudah membuktikan sportivitas dan mengharumkan nama desa,” katanya.
Meski pulang dengan status runner-up, Gemoy FC telah menorehkan cerita manis di Hari Olahraga Nasional 2025. Sebuah awal yang menjanjikan bagi tim muda yang siap mewarnai kancah sepak bola PALI dan sekitarnya.

