 |
| Asgianto juga menyinggung masih minimnya minat aparatur untuk bertugas di PALI. | Foto : hitspalidotcom |
PALI, HPC – Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, mengakui keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kendala utama dalam pengisian jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten PALI. Hal ini disampaikan usai rapat paripurna di Gedung DPRD PALI, Senin (20/4/2026), menanggapi kekosongan jabatan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Aspek kelemahan Kabupaten PALI ini memang di SDM,” ujar Asgianto.
Ia menjelaskan, pengisian jabatan melalui mekanisme lelang sesuai Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 mensyaratkan adanya sertifikasi. Karena itu, Pemkab PALI mendorong Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui program sertifikasi.
“Untuk ikut lelang jabatan harus ada sertifikasi. Kita minta ASN mengikuti itu agar ke depan tata kelola pemerintahan lebih tertib,” katanya.
Menurut Asgianto, keterbatasan SDM membuat sejumlah jabatan belum terisi, bahkan ada pejabat yang merangkap tugas. Kondisi ini dinilai tidak ideal karena satu jabatan saja sudah cukup menyita beban kerja.
“Kita ini kekurangan orang. Satu OPD saja sudah berat, apalagi rangkap jabatan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung masih minimnya minat aparatur untuk bertugas di PALI. Menurutnya, persepsi negatif terhadap daerah turut memengaruhi kondisi tersebut, sehingga ia berharap media dapat membantu menyampaikan citra positif daerah.
“Peran media penting untuk menyampaikan bahwa PALI ini daerah yang aman dan nyaman,” tambahnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 233 ASN yang telah memenuhi kriteria golongan IV. Sementara itu, jumlah OPD di PALI mencapai 39, yang masing-masing membutuhkan beberapa pejabat struktural.
Asgianto mencontohkan, di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bahkan belum memiliki Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yang menunjukkan masih adanya kekurangan tenaga pada posisi strategis.
“Contohnya di pariwisata, PPK saja belum ada. Itu bukti kita memang kekurangan SDM,” pungkasnya.