Sejarah, HPC - Setiap tanggal 10 Mei, dunia memperingati Hari Lupus Sedunia sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit lupus, memberikan dukungan kepada para pejuang lupus (Lupus Warrior), serta mendorong penelitian dan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi penderita.
Peringatan ini pertama kali dicanangkan pada tahun 2004 oleh organisasi lupus internasional dari berbagai negara yang tergabung dalam World Lupus Federation. Tujuannya adalah agar masyarakat dunia lebih memahami lupus, penyakit autoimun kronis yang hingga kini masih belum diketahui secara pasti penyebab utamanya.
Lupus sendiri merupakan penyakit autoimun, yakni kondisi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh justru menyerang jaringan dan organ sehat. Penyakit ini dapat menyerang kulit, sendi, ginjal, paru-paru, jantung, hingga otak.
Jenis lupus yang paling umum adalah Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Penyakit ini lebih banyak menyerang perempuan dibanding laki-laki, terutama pada usia produktif antara 15 hingga 45 tahun.
Gejala lupus sangat beragam dan sering kali menyerupai penyakit lain, sehingga dikenal sebagai “penyakit seribu wajah”. Beberapa gejala umum yang sering dialami penderita antara lain:
- Mudah lelah berkepanjangan
- Nyeri dan bengkak pada sendi
- Ruam kemerahan di wajah berbentuk kupu-kupu
- Demam tanpa sebab jelas
- Rambut rontok
- Sensitif terhadap sinar matahari
Hingga saat ini belum ditemukan obat yang benar-benar menyembuhkan lupus. Namun, dengan pengobatan rutin dan pola hidup sehat, penderita lupus tetap dapat menjalani aktivitas secara normal.
Di Indonesia, kesadaran masyarakat terhadap lupus terus meningkat. Berbagai komunitas dan organisasi kesehatan rutin menggelar kampanye edukasi, pemeriksaan kesehatan, hingga aksi solidaritas untuk mendukung para penyintas lupus agar tetap semangat menjalani hidup.
Peringatan Hari Lupus Sedunia diharapkan menjadi pengingat bahwa dukungan keluarga, lingkungan, dan akses pelayanan kesehatan sangat penting bagi para penderita lupus dalam menjalani pengobatan jangka panjang.


