![]() |
| Sebagai solusi sementara, pihak PDAM membagikan air bersih secara bergiliran berdasarkan zona distribusi.| Foto : MF |
Talang ubi, HPC - Keluhan terhadap layanan air bersih kembali mencuat di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Warga mengaku resah lantaran aliran air PDAM tidak mengalir hampir dua minggu terakhir.
Sejumlah pelanggan mengaku tetap dibebani tagihan bulanan meski distribusi air tidak berjalan normal. Kondisi itu membuat warga terpaksa membeli air dari mobil tedmon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Susi, warga Talang Ubi, mengaku heran karena pelanggan tetap diwajibkan membayar tagihan meski air sering mati.
“Di sini agak heran saja, warga harus bayar air PDAM Rp69 ribu per 10 kubik, tapi air bersih tidak mengalir optimal,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Yanti, warga Bukit Tudung. Ia mengaku harus merogoh kocek tambahan untuk membeli air bersih.
“Kami harus beli air tedmon, satu tedmon sampai Rp60 ribu. Warga dituntut jangan telat bayar PDAM, tapi air bersih sampai sekarang tidak mengalir,” katanya.
Keresahan warga juga ramai disampaikan melalui media sosial. Salah satunya akun @febriyantoyanto yang menyindir lambannya distribusi bantuan air bersih dari PDAM.
“Kewajiban saya sebagai pelanggan PDAM Tirta PALI sudah saya laksanakan, tinggal lagi hak saya menerima air PDAM yang sampai sekarang belum terpenuhi. Katanya ada mobil tangki yang menyuplai ke pelanggan, tapi sampai sekarang belum sampai juga,” tulisnya.
Ia bahkan melontarkan sindiran bernada humor terkait panjang selang distribusi air.“Apa alasannya, apakah selangnya kurang panjang jadi nggak sampai ke rumah saya? Masa kalah sama mobil tedmon Bang Oscar Sobirin, selangnya panjang sampai lebih 100 meter. Pinjemin dulu Bang Oscar selangnya,” tulisnya disertai emoji tertawa.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur PT Tirta PALI Anugerah, Adi Nugraha ST, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas terganggunya distribusi air bersih.
Menurutnya, gangguan terjadi akibat travo listrik di kawasan Simpang Raja terbakar sehingga berdampak pada operasional distribusi air.
“Penyebab air bersih tidak mengalir karena travo di Simpang Raja terbakar. Saat ini masih dalam proses perbaikan oleh PLN Pendopo,” jelasnya.
Sebagai solusi sementara, pihak PDAM membagikan air bersih secara bergiliran berdasarkan zona distribusi.
“Satu pelanggan mendapatkan dua drum air bersih. Kami juga berkoordinasi dengan RT, lurah, dan pihak Kecamatan Talang Ubi untuk penyaluran bantuan air bersih,” tutupnya.


