Iklan

Latest Post

Redaksi HITS PALI
Kamis, Mei 21, 2026, 21:38 WIB
Last Updated 2026-05-21T14:48:12Z
Kabupaten PALIKesehatanTalang UbiTrending

Siswa SMK di PALI Berhenti Sekolah karena Kanker Paru-paru, Tinggal di Gubuk Berdinding Terpal

Penyakit yang dideritanya membuat kondisi tubuh Ibnu semakin memprihatinkan. | Foto : B-ger

PALI, HPC -  - Nasib pilu dialami Ibnu Abib (18), siswa SMK Negeri di Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Remaja itu terpaksa berhenti sekolah setelah divonis menderita kanker paru-paru.

Penyakit yang dideritanya membuat kondisi tubuh Ibnu semakin memprihatinkan. Tubuhnya kini kurus kering bak tinggal tulang berbalut kulit dan hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur.


Tak hanya harus melawan penyakit ganas, Ibnu juga tinggal di sebuah gubuk sederhana di Dusun Jerambah Besi, Desa Karta Dewa, Talang Ubi, PALI. Gubuk berukuran sekitar 6x6 meter itu hanya berdinding terpal plastik, beratapkan seng bekas, dan berlantai tanah.


Di dalam gubuk tersebut, Ibnu tidur di atas dipan kayu dengan kasur tipis berukuran sekitar 1x1,8 meter.


Ibu Ibnu, Martini, mengatakan dirinya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengobati anaknya agar bisa kembali sehat dan melanjutkan pendidikan.



"Dulu kami tinggal di Abab karena Ibnu sekolah di SMK Abab. Mengetahui anak saya sakit, saya pulang dari tempat kerja dan membawa dia berobat ke rumah sakit di Palembang," kata Martini.


Dari hasil pemeriksaan, Ibnu divonis menderita kanker paru-paru. Dalam kurun waktu enam bulan terakhir, kondisi fisiknya terus menurun. Selain tubuh semakin kurus, Ibnu juga sering mengalami sesak napas.


Martini yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) mengaku kesulitan membiayai pengobatan anaknya. Bahkan rumah mereka di Abab terpaksa dijual.


"Sekarang kami tidak ada lagi uang untuk berobat. Rumah di Abab juga sudah dijual suami saya, jadi kami pindah ke Desa Karta Dewa," ujarnya.


Dengan kondisi ekonomi serba terbatas, Martini dan anaknya hanya bisa bertahan dengan bantuan keluarga dan warga sekitar.


"Alhamdulillah kemarin dari Dinas Sosial PALI datang memberikan bantuan seperti selimut, tempat tidur, bantal, dan lainnya untuk anak saya," tuturnya.


Martini berharap anaknya bisa kembali mendapatkan pengobatan agar kondisinya membaik.(*)

Terkini