Iklan

Latest Post

Redaksi HITS PALI
Sabtu, Juni 27, 2026, 14:26 WIB
Last Updated 2026-06-27T07:26:41Z
NasionalTrending

Kemhan: 5 Peserta SPPI Koperasi Merah Putih Meninggal Saat Pendidikan, Korban Terbaru Alami Henti Jantung



Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) meninggal dunia selama mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSD) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban. Ia menegaskan seluruh peserta yang meninggal telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.

Korban kelima diketahui bernama Nola Diasari, peserta dari Satuan Pendidikan Bela Negara Kalimantan. Menurut Ketut, Nola masih mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas pada Jumat (26/6) sekitar pukul 18.45 WIB tanpa menunjukkan keluhan berarti.

Tak lama kemudian, Nola mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas. Tim kesehatan satuan pendidikan langsung memberikan pertolongan pertama sebelum merujuknya ke IGD Rumah Sakit Singkawang pada pukul 19.20 WIB.

Setelah menjalani pemeriksaan awal, Nola kembali dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang untuk mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif. Namun, dalam proses perawatan, korban mengalami henti jantung. Tim medis sempat melakukan resusitasi jantung dan tindakan kardioversi, tetapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Nola dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.03 WIB.

Kemhan menyebut Nola telah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan saat proses seleksi. Berdasarkan hasil evaluasi medis, korban hanya memiliki catatan kelebihan berat badan.

Ketut menjelaskan seluruh peserta SPPI sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh, meliputi tes laboratorium darah dan urin, tes kehamilan, rontgen dada, EKG, USG abdomen, pemeriksaan mata, gigi, postur tubuh, hingga kesehatan jiwa.

Kemhan juga menegaskan seluruh peserta yang mengalami gangguan kesehatan selama pelatihan, termasuk lima peserta yang meninggal dunia, telah memperoleh penanganan medis sesuai standar operasional. Meski demikian, setiap peserta disebut memiliki kondisi kesehatan dan karakter medis yang berbeda-beda(***)

Terkini