Iklan

Latest Post

Redaksi HITS PALI
Selasa, Agustus 04, 2026, 21:21 WIB
Last Updated 2026-08-04T17:03:58Z
DaerahPance KiteTrending

Seismik PALI Tak Cukup Hanya Janji Investasi, Hak Warga Harus Dijamin

Masyarakat yang memiliki lahan di jalur survei mengkhawatirkan kerusakan tanaman, gangguan terhadap aktivitas pertanian dan perkebunan, hingga kemungkinan kerusakan bangunan akibat kegiatan lapangan. | Foto : ist

PALI - Kegiatan survei seismik yang saat ini berlangsung di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi topik yang memunculkan dua pandangan berbeda. Di satu sisi, survei ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mencari cadangan minyak dan gas baru demi ketahanan energi nasional. Namun di sisi lain, masyarakat yang lahannya dilintasi jalur seismik juga memiliki kekhawatiran terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan.


Dari sisi manfaat, kegiatan seismik merupakan tahapan awal eksplorasi migas. Data bawah permukaan yang diperoleh menjadi dasar untuk mengetahui potensi cadangan minyak dan gas. Jika berhasil menemukan cadangan baru, dampaknya bisa sangat besar bagi PALI yang sejak lama dikenal sebagai daerah penghasil migas. Aktivitas ini juga berpotensi membuka lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, serta mendorong investasi di sektor energi. Pemerintah Kabupaten PALI sendiri telah menyatakan dukungan terhadap survei tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.


Namun, manfaat tersebut tidak datang tanpa konsekuensi. Masyarakat yang memiliki lahan di jalur survei mengkhawatirkan kerusakan tanaman, gangguan terhadap aktivitas pertanian dan perkebunan, hingga kemungkinan kerusakan bangunan akibat kegiatan lapangan. Karena itu, isu transparansi pendataan aset dan mekanisme ganti rugi menjadi perhatian utama. PT BGP bersama Pertamina EP menyatakan akan melakukan pendataan awal (baseline survey) terhadap aset warga sebelum pekerjaan dimulai untuk memastikan proses kompensasi berjalan sesuai ketentuan.


Selain itu, komunikasi menjadi faktor yang sangat menentukan. Kurangnya informasi dapat memicu kesalahpahaman dan penolakan. Beberapa kepala desa di wilayah terdampak bahkan menyebut pembahasan mengenai kompensasi belum dilakukan pada tahap awal sehingga masyarakat berharap ada kepastian mengenai hak-hak mereka sebelum pekerjaan berlangsung.


Pada akhirnya, kegiatan seismik di PALI bukan sekadar persoalan menerima atau menolak. Yang lebih penting adalah memastikan investasi strategis berjalan berdampingan dengan perlindungan hak masyarakat. Eksplorasi migas dapat membawa manfaat besar apabila dilaksanakan secara transparan, memperhatikan aspek lingkungan, memberikan kompensasi yang adil, dan melibatkan masyarakat dalam setiap tahap pelaksanaannya. Sebaliknya, apabila komunikasi dan perlindungan terhadap warga diabaikan, potensi konflik sosial dapat muncul dan justru menghambat tujuan pembangunan itu sendiri.(Redaksi)

Terkini