Iklan

Latest Post

Redaksi HITS PALI
Selasa, Oktober 27, 2026, 09:38 WIB
Last Updated 2026-10-27T02:44:55Z
NasionalTrending

Bawa Misi Digitalisasi Pemuda Desa, Irpansyah dari Air Itam PALI Berdialog Langsung dengan Menpora Erick Thohir di Wirasena

Irpansyah berkesempatan berdialog dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir | Foto : dok.pribadi

Jakarta, HPC - Membawa semangat transformasi digital dari desa untuk Indonesia, Irpansyah, penggerak Kampung Digital Air Itam asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, berkesempatan berdialog langsung dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, dalam rangkaian kegiatan Wirasena.


Kegiatan ini menjadi momentum bagi para pemuda dari berbagai daerah untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta memperkuat peran generasi muda dalam menjawab tantangan pembangunan Indonesia. Sebanyak 153 peserta dari 38 provinsi mengikuti rangkaian kegiatan Wirasena dengan membawa pengalaman, gagasan, dan potensi daerah masing-masing.


Bagi Irpansyah, keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut bukan sekadar kesempatan untuk belajar dan bertemu dengan tokoh nasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membawa semangat pemberdayaan pemuda desa ke ruang dialog yang lebih luas.


Melalui Kampung Digital Air Itam, Irpansyah mengembangkan gerakan sosial yang berfokus pada peningkatan kapasitas generasi muda di bidang teknologi dan pendidikan digital. Program ini mendorong anak-anak dan pemuda desa untuk mengenal coding, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), robotika, serta Internet of Things (IoT).


Dengan demikian, mereka diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menciptakan inovasi.


Baginya, transformasi digital tidak cukup hanya berbicara tentang ketersediaan infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan kesempatan belajar, serta tumbuhnya ekosistem inovasi di tingkat desa juga menjadi bagian penting dari proses tersebut.


Belajar dari Jakarta, Memahami Indonesia dari Berbagai Perspektif


Sebelum mengikuti dialog bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, para peserta Wirasena telah menjalani sejumlah rangkaian pembelajaran melalui program Belajar di Jakarta. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung praktik pengelolaan lingkungan, mengenal sejarah bangsa, serta memahami simbol-simbol kebangsaan.


Salah satu kunjungan dilakukan ke Kampung Pramuka. Di tempat tersebut, peserta mempelajari pengolahan sampah dan berbagai upaya pengelolaan lingkungan. Kunjungan ini memberikan perspektif mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan lingkungan melalui kebiasaan dan tindakan nyata.


Rangkaian pembelajaran kemudian berlanjut ke kawasan Kota Tua Jakarta, termasuk museum sejarah Jakarta. Di tempat tersebut, peserta diajak mengenal perjalanan sejarah dan perkembangan Indonesia melalui berbagai peninggalan serta narasi sejarah yang tersimpan.


Peserta juga mengunjungi Monumen Nasional (Monas), salah satu simbol perjuangan dan identitas bangsa Indonesia. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali sejarah, persatuan, serta tanggung jawab generasi muda dalam melanjutkan cita-cita bangsa.


Berbagai kegiatan tersebut memperkaya pengalaman peserta dan memberikan pemahaman bahwa kontribusi pemuda dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, mulai dari kepedulian terhadap lingkungan, pelestarian sejarah, penguatan karakter kebangsaan, hingga pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.


Membawa Semangat dari Desa untuk Indonesia


Bagi Irpansyah, pengalaman mengikuti Wirasena semakin memperkuat keyakinannya bahwa pemuda dari daerah memiliki peluang untuk berkontribusi dalam agenda pembangunan nasional. Potensi tersebut dapat berkembang ketika generasi muda mendapatkan akses pembelajaran, ruang untuk berkolaborasi, serta kesempatan menyampaikan gagasan dan menunjukkan hasil karya.


Semangat itu sejalan dengan gerakan Kampung Digital Air Itam yang berupaya mendekatkan pendidikan teknologi kepada masyarakat desa. Melalui pembelajaran dan praktik langsung, anak-anak diharapkan dapat mengembangkan keterampilan digital, pola pikir komputasional, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah.


Keikutsertaan Irpansyah dalam Wirasena juga menjadi kesempatan untuk membawa pengalaman dari Kabupaten PALI ke lingkungan pemuda lintas daerah, sekaligus belajar dari praktik dan perspektif peserta lain yang berasal dari berbagai provinsi.


Dari Jakarta, semangat yang dibawa pulang bukan hanya pengalaman mengikuti kegiatan nasional, melainkan juga dorongan untuk terus memperluas manfaat gerakan sosial di daerah.


Melalui Kampung Digital Air Itam, Irpansyah berharap semakin banyak anak dan pemuda desa memperoleh kesempatan untuk belajar, berinovasi, dan mengambil peran dalam perkembangan teknologi.


Sebab, masa depan digital Indonesia tidak hanya ditentukan oleh mereka yang tinggal di kota-kota besar, tetapi juga oleh generasi muda di desa yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang.


Dari Desa Air Itam, Kabupaten PALI, semangat digitalisasi terus diupayakan untuk tumbuh menjadi gerakan pemberdayaan pemuda yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan Indonesia.(ril)

Terkini