Iklan

Latest Post

Redaksi HITS PALI
Selasa, Oktober 20, 2026, 10:48 WIB
Last Updated 2026-10-21T03:48:42Z
Hits DaerahHits EducationTrending

Kualitas Udara Membaik, PJJ di PALI Berpeluang Berakhir

kondisi kualitas udara di Kabupaten PALI mulai menunjukkan perbaikan. Jika tren tersebut berlanjut, kegiatan belajar mengajar (KBM) berpeluang kembali dilaksanakan secara normal. | Foto : hitspali


PALI, HPC - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, membuka peluang penghentian pembelajaran jarak jauh (PJJ) dalam dua hari ke depan. Kebijakan tersebut akan dipertimbangkan seiring membaiknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Kepala Disdik PALI, Harun, SH, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) PALI untuk memantau perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).


Menurut Harun, kondisi kualitas udara di Kabupaten PALI mulai menunjukkan perbaikan. Jika tren tersebut berlanjut, kegiatan belajar mengajar (KBM) berpeluang kembali dilaksanakan secara normal.


"Saat ini udara di Kabupaten PALI mulai membaik. Jika kondisi seperti ini terus, berkemungkinan PJJ akan berakhir dua hari ini. Serta kegiatan belajar mengajar kembali seperti biasa," ujar Harun kepada wartawan, Senin (19/10/2026).


Meski demikian, penghentian PJJ belum dipastikan. Disdik PALI masih akan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara dan hasil koordinasi dengan instansi terkait sebelum memutuskan perubahan metode pembelajaran.


Harun menjelaskan, pelaksanaan pembelajaran di tengah kondisi kabut asap mengacu pada Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang diterbitkan pada Agustus 2026.


Dalam ketentuan tersebut, metode pembelajaran disesuaikan dengan tingkat pencemaran udara. ISPU 1-100 menjadi acuan pelaksanaan pembelajaran tatap muka penuh, sedangkan ISPU 101-200 diterapkan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dengan pengurangan jam belajar.


Sementara itu, pada kategori ISPU 201-300 ke atas, pembelajaran dilaksanakan melalui PJJ.


"Kategori ISPU 1-100 dilaksanakan tatap muka penuh. Kemudian 101-200 tatap muka terbatas. Artinya jam pembelajaran dikurangi. Lalu kategori 201-300 ke atas dilaksanakan PJJ," jelasnya.


Dengan ketentuan tersebut, keputusan untuk kembali menerapkan pembelajaran tatap muka tidak hanya didasarkan pada kondisi udara yang terlihat membaik, tetapi juga mempertimbangkan data ISPU dan perkembangan situasi di lapangan.


Disdik PALI akan terus berkoordinasi dengan DLH dan Dinkes untuk memastikan kondisi kualitas udara sebelum mengambil keputusan terkait penghentian PJJ.


Harun berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga kabut asap akibat karhutla dapat menghilang dan aktivitas pendidikan di Kabupaten PALI kembali berjalan normal.


"Harapan kita bersama agar hujan segera turun, asap karhutla segera hilang, dan pada akhirnya kegiatan belajar mengajar kembali seperti semula," pungkasnya.(*)

Terkini