Khamis, Mei 06, 2021, 12:10 WIB
Last Updated 2021-05-06T05:10:56Z
Health Hits

Racun Sianida: Gejala, Efek, Bau, dan Cara Pertolongan Pertama

 


Hitspali.com--Racun sianida belakangan jadi perbincangan setelah mencuatnya kasus sate beracun salah sasaran yang menyebabkan kematian seorang anak dari driver ojek online di Yogyakrta. Korban adalah orang yang sama sekali tidak berkaitan dengan masalah yang dimiliki pelaku.

Lalu, apa sebenarnya racun sianida? Gejala yang muncul jika masuk ke dalam tubuh dan bagaimana efeknya? Simak penjelasan berikut ini.

Racun sianida merupakan senyawa kimia yang bisa Anda temukan dalam bentuk gas dan kristal. Paparannya bisa menyebabkan sel-sel tubuh kekurangan oksigen, hingga akhirnya mengganggu fungsi utama dan kemudian mati.

Efek Racun Sianida

Racun sianida merupakan senyawa kimia yang bisa Anda temukan dalam bentuk gas dan kristal. Paparannya bisa menyebabkan sel-sel tubuh kekurangan oksigen, hingga akhirnya mengganggu fungsi utama dan bisa berujung kematian. 

Gejala 

Gejala yang dialami ketika tubuh terpapar racun sianida dalam jumlah sedikit adalah mual, muntah, pernapasan cepat, pusing, dan lemas. Namun, belum tentu tanda-tanda tersebut adalah gejala keracunan sianida.

Sementara seseorang yang terpapar racun sianida dalam jumlah besar, cenderung akan mengalami denyut jantung melambat, hilang kesadaran, kejang, kerusakan paru-paru, tekanan darah rendah, gagap napas hingga menyebabkan kematian.

Ketika melihat gejala tersebut pada seseorang setelah mengonsumsi makanan atau minuman, maka Anda harus dengan segera mengunjungi dokter atau menuju ke IGD. 

Sebab reaksi sianida terbilang cepat dan waktu atau kesempatan selamat yang dimiliki korbannya akan sangat sedikit. Reaksi yang efektif, cepat, dan tepat, menjadi kesempatan terbesar korban untuk bisa selamat dari sianida.

Bau Racun Sianida

Sulit untuk mendeteksi racun sianida yang telah dicampurkan ke bahan tertentu misalnya makanan. Sebab, zat ini tak mengeluarkan bau kuat. Namun jika tercium, sianida memiliki bau seperti kacang almond pahit.

Pertolongan Pertama 

Pertolongan pertama yang terbaik yang bisa dilakukan adalah membawa orang yang dicurigai keracunan sianida ke tempat terbuka dan berudara bersih.

Ahli farmasi dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Arief Nurrochmad menuturkan bahwa pertolongan pertama yang perlu diperhatikan terutama yakni organ-organ vital harus disupplai oksigen. Sehingga oksigen bisa masuk ke organ vital terutama adalah jantung dan otak.

"Jadi nanti kalau dia mengalami keracunan dan tahu itu karena racun sianida ya dia harus dibaringkan dulu. Harus ada dibawa ke ruang terbuka yang banyak oksigen, jangan ruang tertutup ya. Harus ruang terbuka," ujar Arief, dikutip dari SuaraJogja.id, Rabu (5/5/2021).

Setelah itu yang bersangkutan harus diletakkan dengan kondisi terlentang. Dengan kepala yang sejajar dengan jantung.

Hal itu bertujuan untuk memberikan suplai asupan oksigen dari darah. Jika memang masih belum terlalu lama maka yang bersangkutan harus dibuat supaya muntah.

"Kalau itu dimuntahkan sianidanya bisa ikut dikeluarkan, kalau masih di lambung. Tapi kalau sudah beberapa jam itu harus dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

Jika pernah belajar tentang pelatihan bantuan hidup dasar, Anda bisa melakukan teknik Resusitasi Jantung Paru. Hal ini bisa dilakukan ketika korban yang dicurigai terpapar racun sianida, mengalami henti jantung dan henti nafas.

Itulah informasi mengenai gejala, efek, bau, dan cara pertolongan bagi mereka yang terpapar racun sianida. Semoga bermanfaat. 

Sumber : suara.com (I Made Rendika Ardian)