Rabu, Januari 12, 2022, 08:40 WIB
Last Updated 2022-01-21T01:45:52Z
PALI

Masyarakat Diimbau Waspadai Musim Penghujan, Demam Berdarah Mengintai

Nyamuk Aedes aegypti


PALI,Hitspali.com --Belakangan ini Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) selalu dilanda hujan mulai dari intensitas rendah hingga intensitas tinggi.Memasuki musim penghujan,banyak penyakit yang mengintai,membuat masyarakat harus selalu waspada akan kesehatan, terlebih saat masih berada dalam situasi pandemi COVID-19.

Salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan banyaknya nyamuk yang berkembang biak ditengah genangan air. 

Untuk itu, dalam menghindari kasua DBD, Plt kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dr Zamir menghimbau masyarakat PALI tetap menjaga lingkungan agar tetap bersih dan memastikan tidak ada genangan air disekitar lingkungannya.

"Ingat rajin menguras bak mandi atau tempat penampungan air, menutup bak penampungan air dan mengubur sampah yang bisa menyebabkan terjadinya genangan air. Sebab, tempat berkembang biak nyamuk adalah pada genangan air. Selalu bersihkan drainase supaya aliran air lancar," ajak dr Zamir, Rabu (12/1/22).

Untuk menekan angka kasus DBD, dr Zamir tetap menggerakkan komunitas Jumantik untuk memantau perkembangan jentik nyamuk penyebab DBD. 

"Komunitas jumantik tetap jalan  guna menekan laju perkembangan nyamuk dan kerja sama lintas sektor antara puskesmas dengan kelompok lainnya tetap jalan makanya terjadi penurunan kasus jika dibanding dengan tahun sebelumnya," imbuhnya. 

Diakui dr zamir bahwa awal tahun 2022 ini, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tahun 2021 menurun angkanya dibanding tahun 2020 lalu, lantaran jumlah kasus DBD yang tercatat pada Dinkes PALI tahun 2021 hanya ada 70 kasus, sementara tahun 2020 mencapai angka 101 kasus. 

"Usia terbanyak yang terkena DBD dikisaran 5 sampai 14 tahun dan wilayah terbanyak tersebar di kecamatan Talang Ubi," ujar dr Zamir, Rabu (12/1/22).

Ditambahkan dr Zamir bahwa selama tahun 2021 tidak ada terjadi kematian akibat DBD, pasien hanya menjalani perawatan di rumah sakit. 

"Alhamdulillah pada kasus DBD tidak ada terjadi kematian dan kita harapkan tahun 2022 ini kasus DBD juga menurun," harapnya.(dan)