Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Darussalam Tegal Rejo Al-Qomari, Desa Pengabuan Timur, dan berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Januari 2026. DTD Banser Angkatan V mengusung tema “Menumbuhkan Rasa Asah, Asih, Asuh dalam Menguatkan Militansi.”
Ketua PC GP Ansor Kabupaten PALI, Arismin, mengatakan DTD Banser merupakan proses awal kaderisasi di tubuh GP Ansor melalui Banser.
“DTD ini bertujuan membentuk pemuda yang militan, toleran, cinta tanah air, berjiwa kebangsaan, serta siap mengawal ulama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan dasar ideologi Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) NU,” kata Arismin, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, kader Banser juga disiapkan agar kuat secara mental, intelektual, dan spiritual, sehingga mampu menjadi motor penggerak organisasi sekaligus benteng keutuhan bangsa.
Arismin menegaskan bahwa Banser bukan ruang untuk mencari materi. “Di Ansor Banser tidak ada gaji dan tidak ada fasilitas. Ini adalah ruang khidmat, khidmat kepada NKRI dan khidmat kepada para ulama, kiai, serta guru-guru Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengabdian di Banser merupakan bentuk khidmat kepada NU dan perjuangan menjaga serta menyiarkan paham aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah.
“Ke depan tanggung jawab sahabat-sahabat semakin besar, menjadi benteng aqidah Aswaja An-Nahdliyah dan benteng NKRI. Tantangannya tidak mudah, kita sering dihina, dibenturkan, dan difitnah. Namun justru itu yang menguatkan semangat perjuangan kita untuk agama, bangsa, dan negara,” jelasnya.
Arismin juga menekankan pentingnya soliditas dan komando dalam Banser. Menurutnya, Banser disebut barisan karena dibentuk untuk berjuang bersama dalam satu irama dan satu komando.
“Anggota Banser tidak boleh bergerak sendiri. Harus satu barisan dan satu komando, dari tingkat cabang hingga pusat. Apa pun yang diperintahkan pimpinan, Banser harus siap siaga,” tegasnya.