Iklan

Latest Post

Redaksi HITS PALI
Selasa, Mei 19, 2026, 23:11 WIB
Last Updated 2026-05-19T16:11:28Z
Pance KiteTrending

Jerami Jadi Cuan, Petani di PALI Raup Penghasilan hingga Rp3,9 Juta per Bulan

Sarbeni, petani dari Kelompok Tani Barokah | Foto : Pertamina EP Adera Field

PALI, HP - Tumpukan jerami yang selama ini dianggap limbah pertanian kini membawa berkah bagi petani di Desa Pengabuan, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan. Lewat inovasi pengolahan limbah jerami menjadi produk ramah lingkungan, puluhan petani berhasil meningkatkan penghasilan mereka hingga dua kali lipat.


Sarbeni, petani dari Kelompok Tani Barokah, mengatakan limbah jerami di desanya mencapai sekitar 4 ton per hektare setiap musim panen. Selama bertahun-tahun, jerami itu hanya dibakar karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi.


“Dulu jerami habis panen ya dibakar saja. Kami sempat ingin mengolahnya, tapi tidak tahu caranya,” kata Sarbeni, Selasa (19/5/2026).


Perubahan mulai terjadi pada 2025 setelah Pertamina EP Adera Field melalui program Pertanian Mandiri Desa Tangguh (PERMATA) melakukan pendampingan kepada para petani di Desa Pengabuan.


Dalam program tersebut, petani diberikan pelatihan serta bantuan alat untuk mengolah limbah jerami menjadi berbagai produk bernilai jual, mulai dari briket hingga wadah ramah lingkungan pengganti plastik sekali pakai.


Tak hanya itu, para petani juga dibimbing dalam pengelolaan usaha, seperti peningkatan kualitas produk, pengemasan, pencatatan keuangan sederhana, hingga strategi pemasaran.


Kini Sarbeni bersama petani dari Kelompok Tani Barokah, KWT Selaras Alam, dan Taruna Tani tak lagi membakar jerami usai panen. Limbah pertanian itu justru menjadi sumber penghasilan tambahan.


Sebelumnya, rata-rata pendapatan petani hanya sekitar Rp1,7 juta per bulan. Setelah mengolah jerami menjadi produk ramah lingkungan, pendapatan mereka meningkat hingga Rp3,9 juta per orang per bulan.


“Jerami yang dulu cuma jadi sampah ternyata bisa bawa berkah. Ngebulnya enggak lagi di sawah, alhamdulillah ngebulnya di dapur karena pemasukan bertambah,” ujarnya.


Selain meningkatkan ekonomi warga, program ini juga berdampak pada lingkungan. Pengolahan limbah jerami diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon hingga 18 ton CO2 per tahun karena mengurangi praktik pembakaran jerami.


Produk wadah ramah lingkungan berbahan dasar jerami juga diharapkan membantu menekan penggunaan plastik sekali pakai di Kabupaten PALI.


Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2024, timbunan sampah di Kabupaten PALI mencapai 38.730 ton per tahun, dengan sekitar 8.404 ton di antaranya berupa sampah plastik.


Manager Community Involvement and Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Iwan Ridwan Faizal, mengatakan Desa Pengabuan menjadi contoh bahwa perubahan besar bisa lahir dari inisiatif sederhana masyarakat.


“Kami ingin memastikan kehadiran perusahaan menjadi pendorong bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi untuk mandiri melalui pemberdayaan berkelanjutan,” kata Iwan.

Terkini