Iklan

Latest Post

Redaksi HITS PALI
Sabtu, Mei 16, 2026, 17:58 WIB
Last Updated 2026-05-16T10:58:13Z
Desa BabatKesenianPenukalTrending

Tarian Hikayat Arca Stambha dari PALI, Siap Hipnotis Festival Sriwijaya 2026

Jangan lewatkan penampilan Sanggar Poejang Toeanlaoe pimpinan Dewanti Permata Sari dari Desa Babat, Kecamatan Penukal | Foto : arie

Palembang, HPC - Kemegahan budaya dan nuansa mistis akan hadir dalam penampilan Tarian Hikayat Arca Stambha di ajang Festival Sriwijaya XXXIV Tahun 2026. Tarian kolosal ini menjadi salah satu sajian budaya yang membawa kisah sakral tentang keseimbangan alam, kekuatan, dan perjalanan spiritual antara dunia nyata dan dunia gaib.


Dibawakan oleh 10 penari, 8 pemusik, serta 1 penyanyi, Pertunjukan ini menghadirkan kisah perjalanan para penjaga Arca yang menjaga harmoni antara manusia, hewan, dan alam semesta, yang identik dengan nilai-nilai spiritual serta relief budaya di Candi Bumi Ayu.Dimana Gajah melambangkan bumi dan kekuatan, Manusia kerdil melambangkan kebijaksanaan kecil yang menuntun kebesaran dan Singa melambangkan keberanian dan kekuasaan raja.


Ketiganya berpadu dalam harmoni abadi yang menghidupkan kembali legenda spiritual perjalanan bumi, manusia, dan langit. Dengan ekspresi wajah yang angker, gerakan penuh energi, dan nuansa magis, tarian ini siap membawa penonton larut dalam kisah penuh makna.


Penampilan ini akan dibawakan oleh Tim Kesenian Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang diwakili Sanggar Poejang Toeanlaoe pimpinan Dewanti Permata Sari dari Desa Babat, Kecamatan Penukal. Minggu, 17 Mei 2026 Pukul 17.00 WIB di Dekranasda Sumsel.


Keberangkaatan tim Kesenian Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang diwakili Sanggar Poejang Toeanlaoe didampingi Kades Babat Arie meidiansyah yang juga pembina sanggar | Foto : Arie


Sementara itu Festival Sriwijaya XXXIV Tahun 2026 sendiri resmi digelar pada 15–17 Mei 2026 dengan mengusung tema “The Ancient Relics of Sriwijaya” atau Peninggalan Kuno Sriwijaya. Festival budaya tahunan ini kembali menjadi ruang pertemuan seni dan budaya dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.


Beragam pertunjukan seni tradisional, musik daerah, pameran UMKM, hingga kuliner khas daerah memeriahkan festival yang telah menjadi bagian perjalanan budaya Sumatera Selatan selama 34 tahun tersebut. Tahun ini, Festival Sriwijaya juga terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Sumatera Selatan ke-80.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Rudi Irawan mengatakan bahwa Festival Sriwijaya bukan sekadar hiburan tahunan, tetapi momentum penting untuk memperkenalkan kembali sejarah kejayaan Kerajaan Sriwijaya kepada generasi muda sekaligus memperkuat promosi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.


Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang mengajak masyarakat menjadikan Festival Sriwijaya sebagai momentum kebangkitan budaya daerah dan membangun rasa bangga terhadap warisan budaya sendiri.


Festival Sriwijaya 2026 juga kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia selama enam tahun berturut-turut, menegaskan posisinya sebagai salah satu event budaya unggulan Indonesia.

Terkini