Iklan

Latest Post

Redaksi HITS PALI
Rabu, Juni 17, 2026, 20:21 WIB
Last Updated 2026-06-17T17:21:59Z
NasionalTrending

BGN Hentikan Sementara Program Makan Bergizi Gratis Saat Libur Sekolah, Semua Dapur Akan Diaudit



Jakarta, HPC - Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan sementara penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Penghentian ini dilakukan untuk memberi ruang bagi evaluasi dan audit menyeluruh terhadap dapur-dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini menjalankan program tersebut.


Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan masa libur sekolah akan dimanfaatkan untuk membenahi berbagai persoalan yang ditemukan dalam pelaksanaan MBG, mulai dari kualitas dapur, validasi data penerima manfaat hingga tata kelola internal lembaga.


"Iya, setop (penyaluran MBG). Untuk yang semasa libur sekolah, sambil kita membenahi," kata Agustina di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (15/6).


Menurutnya, audit dilakukan sebagai bagian dari langkah perbaikan menyeluruh seiring kebijakan refocusing atau penajaman sasaran penerima manfaat yang sedang disusun pemerintah.


BGN akan memeriksa kualitas seluruh dapur MBG untuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar yang ditetapkan. Selain itu, pembenahan data penerima manfaat juga menjadi fokus agar program lebih tepat sasaran.


"Kami akan audit semua dapur sehingga ketika anak-anak kembali masuk sekolah, kondisi di lapangan sudah lebih rapi," ujarnya.


Dalam proses evaluasi, pemerintah juga membuka kemungkinan mengurangi sekitar 8 juta penerima manfaat melalui skema refocusing. Salah satu kelompok yang berpotensi tidak lagi menjadi prioritas adalah siswa SMA dari keluarga mampu.


"Misalnya SMA yang uang sakunya sudah Rp100 ribu sampai Rp200 ribu per hari, mungkin tidak perlu lagi menerima MBG," kata Agustina.


Ia menegaskan program akan lebih difokuskan kepada kelompok yang membutuhkan intervensi gizi, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak usia dini.


Saat ini pagu indikatif MBG tahun 2027 tercatat sebesar Rp270,2 triliun untuk menjangkau sekitar 81,5 juta penerima manfaat. Namun angka tersebut masih berpotensi berubah setelah proses evaluasi selesai dilakukan.


Selain itu, BGN juga akan mengevaluasi skema insentif operasional SPPG yang selama ini diberikan secara merata sebesar Rp6 juta per hari. Ke depan, insentif akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat dan kualitas layanan yang diberikan masing-masing dapur.(***)

Terkini