Iklan

Latest Post

Redaksi HITS PALI
Selasa, Juli 14, 2026, 21:39 WIB
Last Updated 2026-07-14T14:39:44Z
EkonomiNasionalTrending

PHR Zona 4 Genjot Produksi Migas di Lapangan Tua, Semester I 2026 Tembus 27.500 Barel Minyak per Hari

sejak 1 Januari hingga 30 Juni 2026, PHR Zona 4 telah merealisasikan 27 rencana kerja (RK) pengeboran sumur pengembangan. | Foto : Dhio

Prabumulih, HPC - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mencatat produksi minyak sebesar 27.500 barel per hari (BOPD) dan gas 506 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) sepanjang semester I 2026.


Selain itu, sejak 1 Januari hingga 30 Juni 2026, PHR Zona 4 telah merealisasikan 27 rencana kerja (RK) pengeboran sumur pengembangan. Hasilnya, tambahan produksi minyak mencapai 1.549 BOPD atau 125 persen dari target year to date (YTD) yang ditetapkan dalam Work Program and Budget (WP&B) 2026.


General Manager PHR Zona 4 Djudjuwanto mengatakan, peningkatan produksi dilakukan melalui sejumlah strategi untuk menghadapi tantangan lapangan migas yang telah memasuki fase mature atau mengalami penurunan produksi secara alamiah.


"Ide besar pengeboran yang dilakukan PHR Zona 4 adalah setiap pengeboran tidak hanya menghasilkan produksi, tetapi juga membuka peluang penemuan cadangan baru guna mendukung keberlanjutan operasi perusahaan dan ketahanan energi nasional di masa mendatang," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).


Salah satu strategi yang diterapkan ialah step out drilling, yakni pengeboran di luar area yang telah terbukti produktif guna mengetahui potensi keberlanjutan reservoir di wilayah sekitar.


Pada 2026, metode tersebut diterapkan di empat lapangan, yakni PEP Adera Field, Prabumulih Field, Ramba Field, dan Limau Field. Pengeboran ini ditargetkan menambah produksi sebesar 209 BOPD minyak dan 0,04 MMSCFD gas.


Selain itu, PHR Zona 4 juga menerapkan metode dual completion di sejumlah sumur Adera Field dan Prabumulih Field. Metode ini memungkinkan produksi dari dua reservoir melalui satu sumur sehingga dapat meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan.


Melalui strategi tersebut, perusahaan menargetkan tambahan produksi sebesar 325 BOPD minyak dan 2,43 MMSCFD gas.


Secara keseluruhan, PHR Zona 4 menargetkan 100 rencana kerja pengeboran pengembangan sepanjang 2026 dengan tambahan produksi minyak mencapai 4.479 BOPD.


Di sisi lain, perusahaan juga fokus menekan laju penurunan produksi alamiah melalui perawatan sumur dan fasilitas produksi.


"Kami menargetkan pimpinan field menjaga natural decline 15-20 persen dengan menjaga performance artificial lift, surface facility, dan fasilitas lainnya yang ada. Dengan demikian, saat ada keberhasilan pengembangan sumur baru, produksi akan bertambah, bukan hanya menutupi penurunan yang terjadi secara alamiah," ujar Djudjuwanto.


Selain mengejar target produksi, PHR Zona 4 menegaskan aspek keselamatan kerja tetap menjadi prioritas. Perusahaan memperkuat budaya HSSE melalui penerapan Stop Work Authority (SWA) yang memberi kewenangan kepada setiap pekerja untuk menghentikan pekerjaan jika ditemukan kondisi tidak aman.


"HSSE itu investasi, bukan hambatan dalam operasi. Kami menemukan peningkatan kedisiplinan HSSE di Zona 4 justru beriringan dengan peningkatan produksi," pungkasnya.(***)

Terkini