Iklan

Latest Post

Redaksi HITS PALI
Rabu, Agustus 26, 2026, 23:18 WIB
Last Updated 2026-08-26T16:18:03Z
KesehatanTalang UbiTrending

Dua Warga Diduga Meninggal Akibat DBD, Muhammad Rizky Apriansyah Soroti Pelayanan RSUD Talang Ubi

Muhammad Rizky Apriansyah | Foto : dok.pribadi


Talang Ubi, HPC  -  Meninggalnya dua kakak beradik, Andika bin Antap Mustopa dan Hulya Elis binti Antap Mustopa, yang diduga akibat Demam Berdarah Dengue (DBD), menjadi perhatian serius masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.


Peristiwa tersebut tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan pelayanan kesehatan dan penanganan pasien yang diduga terjangkit DBD di daerah tersebut.


Menanggapi persoalan itu, Muhammad Rizky Apriansyah meminta Pemerintah Kabupaten PALI dan manajemen RSUD Talang Ubi/RSUD Anwar Mahakil melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan pasien, khususnya terhadap pasien dengan indikasi DBD.Selasa (26/8/2026) 

Rizky menilai, setiap laporan mengenai lambatnya pelayanan maupun proses rujukan harus menjadi bahan evaluasi serius dan tidak boleh diabaikan.


“Kami turut berduka atas meninggalnya dua saudara ini. Dua nyawa yang pergi tentu menjadi duka bagi keluarga dan masyarakat PALI. Namun, di tengah suasana duka ini, pemerintah juga harus berani melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan, terutama proses penanganan dan rujukan pasien,” ujar Muhammad Rizky Apriansyah.»


Menurutnya, sorotan terhadap rumah sakit bukan dimaksudkan untuk menyudutkan tenaga medis. Justru, evaluasi diperlukan untuk memastikan setiap pasien memperoleh pelayanan sesuai standar, cepat, tepat, dan berdasarkan kondisi medisnya.


Minta Evaluasi Pelayanan dan Sistem Rujukan


Rizky meminta manajemen RSUD Talang Ubi memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kronologi pelayanan kedua pasien, termasuk proses pemeriksaan, pemantauan kondisi pasien, hingga keputusan dan proses rujukan.


“Kalau memang ada keluhan dari keluarga mengenai pelayanan yang dianggap lambat atau kurang maksimal, jangan langsung dibantah. Evaluasi dulu secara objektif. Lihat rekam medis, alur pelayanan, kondisi pasien dan keputusan medis yang diambil. Masyarakat berhak mendapatkan kejelasan,” tegasnya.


Ia juga meminta agar sistem rujukan pasien di RSUD PALI diperkuat. Menurutnya, apabila kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, proses rujukan harus dilakukan berdasarkan indikasi medis dan tidak boleh terkendala persoalan administratif yang tidak semestinya.


“Jangan sampai keluarga harus berulang kali mendesak baru proses rujukan berjalan. Kalau secara medis pasien membutuhkan rujukan, maka harus ditangani secara cepat sesuai prosedur,” katanya.


Jangan Menunggu Korban Berikutnya


Rizky juga mendorong Dinas Kesehatan PALI meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran DBD.


Ia mengapresiasi respons Puskesmas Talang Ubi yang telah turun ke lokasi setelah menerima informasi terkait meninggalnya kedua warga tersebut. Namun, menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada fogging.


“Fogging penting dalam kondisi tertentu, tetapi pemberantasan DBD tidak cukup hanya dengan penyemprotan. Edukasi masyarakat, pemberantasan sarang nyamuk, pemantauan jentik, kebersihan lingkungan dan deteksi dini harus berjalan bersama,” jelasnya.


Rizky meminta pemerintah desa, puskesmas, Dinas Kesehatan, sekolah dan masyarakat berkolaborasi melakukan pencegahan, terutama di wilayah yang ditemukan kasus atau memiliki risiko penularan.


Pemerintah Harus Hadir dan Terbuka


Lebih lanjut, Muhammad Rizky Apriansyah meminta Pemkab PALI tidak menunggu jumlah korban bertambah untuk mengambil tindakan lebih serius.


“Dua warga meninggal adalah alarm bagi kita semua. Pemerintah harus hadir bukan hanya ketika masyarakat sudah menjadi korban, tetapi sejak ada tanda-tanda ancaman kesehatan. Jangan sampai kita sibuk mencari siapa yang salah, tetapi lupa memperbaiki sistem,” ujarnya.


Ia juga meminta masyarakat yang memiliki informasi atau keluhan mengenai pelayanan kesehatan menyampaikannya melalui jalur resmi agar dapat ditindaklanjuti dan diverifikasi.


“Yang kita perjuangkan adalah pelayanan kesehatan yang lebih baik. Kritik bukan untuk menjatuhkan rumah sakit atau tenaga kesehatan, tetapi untuk memastikan masyarakat PALI mendapatkan haknya atas pelayanan kesehatan yang cepat, aman dan berkualitas,” tambahnya.


Di penghujung pernyataannya, Rizky kembali menyampaikan belasungkawa kepada keluarga kedua almarhum.


“Semoga kedua almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Dari tragedi ini, mari kita pastikan ada evaluasi dan perbaikan nyata agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” pungkas Muhammad Rizky Apriansyah.(ril)

Terkini