Sunday, May 1, 2022, 09:34 WIB
Last Updated 2022-07-17T15:48:10Z
EventPALI

Malam Kumpolan Tanah Abang,Tradisi yang Tak Lekang Oleh Perubahan Zaman

PALI,Hitspali.com ---Hari raya Idul Fitri adalah hari kemenangan bagi seluruh umat muslim di dunia setelah menjalani puasa selama 1 bulan penuh di bulan Ramadhan.Cara menyambut hari kemenangan setiap daerah berbeda-beda bahkan ada yang unik dan menarik.

Salah satunya di desa Tanah Abang Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan.

Di desa Tanah Abang ada pasar daging atau akrab di sebut masyarakat dengan malam kumpolan.Malam kumpolan artinya semua keluarga baik yang di luar kota maupun di tempat lain pasti pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga.

Malam kumpolan atau pasar daging ini adalah pasar yang menjual daging sapi yang proses penyembelihannya di laksanakan tepat pada malam H-1 menjelang Lebaran.

Saat hitspali.com meninjau langsung,di temui begitu banyak lapak-lapak pedagang dan banyak sapi-sapi yang siap untuk di sembeli dan di saksikan langsung oleh masyarakat untuk menunggu membeli daging-daging tersebut.

Dari penuturan salah satu pedagang,Lahi Katibi “ Pasar daging atau malam kumpulan ini sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Tanah Abang. Setiap akan menyambut Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha akan ada pasar daging yang di mulai sehabis shalat isya sampai esok hari” tuturnya,Sabtu (30/04/22).

Sementara itu Arli Firgianto Pendamping Pemajuan Kebudayaan Desa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek) mengatakan jika pasar daging atau yang biasa masyarakat Tanah Abang menyebutnya malam kumpolan sudah menjadi tradisi turun temurun menjelang hari raya Idul Fitri.

"Pasar daging atau malam kumpolan ini sudah terjadi dari zaman-zaman dahulu.Mungkin untuk wilayah kecamatan Tanah Abang maupun Kabupaten PALI pasar ini adalah satu-satunya pasar daging sapi terbesar.Setiap malam kumpolan ini akan berjejer hampir 30an lapak pedagang dan puluhan ekor sapi untuk di sembelih,"terangnya.

Bahkan menurut Arly jika keunikan tradisi malam kumpolan ini pernah ia diajukan untuk data program Temu Kenali Pemajuan Kebudayaan Desa Kemendikbudristek.

"Pada tahun kemarin kegiatan ini sudah kami laporkan dan dokumentasikan ke Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumbar untuk di masukan dalam data Temu Kenali Pemajuan Kebudayaan Desa” tutupnya.(ly)