Alex Noerdin lahir di Palembang, 9 September 1950. Ia merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara, putra pasangan H. Muhamad Noerdin Pandji dan Hj. Siti Fatimah. Sejak kecil, ia telah ditanamkan nilai nasionalisme oleh sang ayah yang merupakan pejuang kemerdekaan.
Pendidikan dasar hingga menengah ditempuh di Palembang, sebelum melanjutkan studi ke Jakarta. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti dan meraih gelar insinyur. Kemudian, ia melanjutkan studi hukum di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan memperoleh gelar sarjana hukum.
Kariernya dimulai sebagai pegawai negeri sipil pada 1981 di Bappeda Sumatera Selatan. Ia kemudian menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari sektor pariwisata hingga perencanaan pembangunan, baik di tingkat kota maupun provinsi.
Karier politiknya mencapai puncak saat terpilih sebagai Bupati Musi Banyuasin selama dua periode (2001–2006 dan 2007–2012). Ia kemudian melangkah ke tingkat provinsi dan terpilih sebagai Gubernur Sumatera Selatan selama dua periode (2008–2013 dan 2013–2018).
Selain di pemerintahan, Alex juga dikenal sebagai tokoh penting Partai Golkar di Sumsel serta aktif di berbagai organisasi olahraga dan kemasyarakatan.
Selama kepemimpinannya, sejumlah program dirasakan langsung oleh masyarakat, salah satunya program berobat dan sekolah gratis saat menjabat Bupati Musi Banyuasin—yang disebut sebagai terobosan pertama di Indonesia kala itu.
Kepergian Alex Noerdin meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Sumatera Selatan. Ia dikenang sebagai birokrat yang meniti karier dari bawah hingga menjadi pemimpin daerah dan membawa nama Sumsel dikenal luas di tingkat nasional.

