Iklan

Latest Post

Redaksi HITS PALI
Jumat, Juni 12, 2026, 10:38 WIB
Last Updated 2026-06-12T03:38:15Z
DaerahTalang UbiTrending

Petani Perempuan di PALI Bangkit dari Kemiskinan, Kini Raup Rp 8 Juta per Bulan dari Pertanian Organik

Sekitar satu dekade lalu, Sutarni hidup dalam kondisi sulit. | Foto : PHR 4

PALI, HP- Hamparan sawah di Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, menjadi saksi perjuangan Sutarni. Petani perempuan ini berhasil bangkit dari keterpurukan ekonomi hingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani di desanya melalui pertanian organik.


Sekitar satu dekade lalu, Sutarni hidup dalam kondisi sulit. Sawah yang menjadi sumber penghidupan keluarganya kerap gagal panen akibat serangan jamur dan hama. Pendapatan petani saat itu rendah, sementara biaya produksi terus meningkat.


"Kami sampai berutang untuk membeli pupuk. Biaya sekolah anak dan tagihan listrik pun sempat menunggak," kenang Sutarni.


Perubahan mulai terjadi pada 2021 saat Pertamina EP Pendopo Field melalui Program Pusat Jaringan Pertanian Organik Terintegrasi dan Sustainability (PUJANGGA) memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani.


Melalui program tersebut, petani belajar memanfaatkan pupuk organik, teknik pembibitan, hingga pengendalian hama menggunakan bahan alami. Hasilnya, produktivitas sawah meningkat dari sekitar 2,5 ton menjadi 4,5 ton per hektare.


Tak hanya itu, harga jual beras organik mencapai Rp 20 ribu per kilogram. Pendapatan petani yang sebelumnya rata-rata Rp 2,5 juta per bulan kini meningkat menjadi sekitar Rp 8 juta per bulan.


"Dulu hasil panen tidak menentu. Sekarang produksi meningkat dan kehidupan petani jauh lebih baik," ujarnya.


Kesuksesan tersebut mendorong Sutarni mendirikan Kelompok Wanita Tani (KWT) Rosela pada 2024. Kelompok yang beranggotakan 20 perempuan itu mengembangkan budidaya tanaman herbal dan sayuran serta mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi seperti teh rosela, bandrek, peyek, dan stik ubi.


Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Zona 4, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan keberhasilan Sutarni menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.


"PHR Zona 4 ingin memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasi dapat tumbuh bersama. Kisah Ibu Sutarni menjadi bukti bahwa pemberdayaan yang tepat mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat," katanya.(***)

Terkini